Hari ini kamu akan membaca sebuah tulisan yang membahas entitas batu bernama Rocky. Rocky ini merupakan peliharaan Patrick, si bintang laut, yang di mana batu ini disiapkan olehnya untuk mengikuti perlombaan keong di Bikini Bottom.

Sebelum memulai perlombaan, Patrick sebenarnya sudah menyiapkan rencana sederhananya, yaitu memanjakan Rocky dan tidak menuntutnya dengan keras. Selain itu, Rocky juga tidak terlalu banyak berlatih untuk membuat Patrick menjadi pemilik keong yang menjuarai lomba.

Saat perlombaan sudah berlangsung, Patrick meminta Rocky untuk tidak terlalu memaksakan diri. “Kau boleh berjalan saat kau mau,” begitulah kata Patrick saat itu.

Senyap, tenang, dan mengejutnya, Rockypun diam-diam memenangkan perlombaan keong tersebut mengalahkan keong milik Spongebob dan Squidward Tenpoles.

Rocky dari Dimensi Lain

Berbicara tentang Rocky, saya teringat dengan seseorang bernama Rocky yang tinggal satu negara dengan kita, yakni Indonesia. Mungkin kamu sudah paham ke mana arah pembahasan kita hari ini.Yap, membahas Rocky Gerung yang baru saja dilantik sebagai Wakil Pertimbangan Presiden atau Watimpres.

Pelantikan itu berlangsung pada Jumat (2/10/2026) di Istana Kepresidenan, Jakarta, dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Rocky termasuk dalam 26 tokoh dan pejabat yang ditunjuk lewat Keppres, dengan Pratikno sebagai ketua dan Hatta Rajasa sebagai wakil ketua.

Saat mendengar berita ini pertama kali, publikpun dibuat heboh. Bagaimana mungkin seseorang yang vokal terhadap pemerintah di era Presiden Jokowi tiba-tiba menerima tawaran menjadi pejabat di era Presiden Prabowo?

Selama ini Rocky dikenal sebagai pengamat yang mengkritik pemerintah dari luar. Sekarang ia berada di dalam. Menurut penjelasannya, ia hanya berpindah posisi dan sikap kritisnya tidak berubah. Ia juga menyebut Wantimpres bekerja pada level etis, bukan teknis, dan hasil telaahnya disampaikan langsung kepada Presiden.

Penjelasan itu masuk akal secara kelembagaan, karena Wantimpres memang berfungsi memberi pertimbangan, bukan melaksanakan kebijakan. Tetapi ada satu perbedaan yang patut dicatat. Kritik di ruang publik bisa dinilai langsung oleh siapa saja. Pertimbangan kepada Presiden berlangsung tertutup, sehingga publik hanya bisa menilai dari hasilnya, yaitu apakah ada kebijakan yang berubah dan apakah perubahan itu sejalan dengan yang pernah Rocky sampaikan.

Sayangnya, banyak publik yang kecewa mengetahui keputusan ini. Ya, sebenarnya publikpun sangat wajar jika mereka kecewa. Sosok yang dahulu sangat kritis secara terbuka, sekarang memilih untuk kritis secara privat.

Sosok Rocky Gerung ini mengingatkan kita pada cerita Rocky si Batu peliharaan Patrick. Mereka senyap, tidak terlalu banyak bergerak, tetapi tiba-tiba meraih hasil yang membuat banyak orang tercengang. Rocky memang tidak banyak beraksi saat kampanye dulu, tetapi tiba-tiba saja iya menjadi bagian dari pemerintah itu sendiri.

Apapun keputusannya, kita hanya bisa berharap yang terbaik bagi negara ini. Semoga sosok Rocky bisa benar-benar menjalankan jabatannya sesuai dengan tugas, pokok dan fungsinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *